Original Articles

PERBANDINGAN EFEK SUPLEMEN BESI PRA-HAMIL DAN SELAMA KEHAMILAN DALAM UPAYA MENURUNKAN ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA WANITA HAMIL DENGAN ANEMIA RINGAN DI BALI

Luh Seri Ani , I Made Bakta, INT Suryadhi, I N Agus Bagiada

Luh Seri Ani
. Email: ojs@unud.ac.id

I Made Bakta


INT Suryadhi


I N Agus Bagiada

Online First: November 26, 2012 | Cite this Article
Seri Ani, L., Bakta, I., Suryadhi, I., Agus Bagiada, I. 2012. PERBANDINGAN EFEK SUPLEMEN BESI PRA-HAMIL DAN SELAMA KEHAMILAN DALAM UPAYA MENURUNKAN ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA WANITA HAMIL DENGAN ANEMIA RINGAN DI BALI. Indonesia Journal of Biomedical Science 1(3).


Anemia defisiensi besi (ADB) masih merupakan masalah kesehatan wanita hamilterkait dengan tingginya prevalensi dan efek negatifnya terhadap kesehatan. Upayapencegahan telah dilakukan dengan pemberian tablet besi selama kehamilan. Akan tetapihasilnya belum memuaskan. Kegagalan ini mungkin diakibatkan oleh rendahnya bahkankosongnya cadangan besi tubuh sewaktu pra-hamil, terutama di negara sedangberkembang. Oleh karena itu, suplemen besi yang hanya diberikan waktu kehamilantidak cukup untuk mencegah terjadinya ADB. Oleh karena itu, dilakukan a quasiexperimental study pada 99 pasangan baru yang belum hamil yang terdiri atas 47 groupperlakuan dan 52 sebagai group kontrol. Tablet besi (200 mg ferrous sulfate) diberikansejak periode sebelum hamil pada group perlakuan yang dilanjutkan sampai dengan 3bulan kehamilan. Sementara, pada group kontrol diberikan tablet besi dimulai hanya padakehamilan trimester pertama. ADB didasarkan atas konsentrasi hemoglobin dan serumferitin sesuai dengan criteria WHO dan keuntungan pemberian tablet besi didasarkan atasteknik BCR. Pada penelitian ini didapatkan bahwa pemberian tablet besi pada pra-hamildapat menurunkan prevalensi ADB lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian tabletbesi yang dimulai saat kehamilan (0% vs 38.46%, p<0.05). Perbedaan yang signifikanjuga pada rerata serum feritin pada akhir pengamatan yaitu 33.45±14.12 ?g/dL padagroup perlakuan dan 19.65±8.99 ?g/dL pada group kontrol. Sementara itu, kadarhemoglobin adalah 12.25±1.20 g/dL pada group perlakuan dan 10.91±0.67 g/dL padagroup kontrol (p<0.05). Analisis menunjukkan bahwa pemberian tablet besi yang dimulaisaat pra-hamil adalah lebih menguntungkan dibandingkan dengan pemberian tablet besimulai hanya pada kehamilan (BCR >1). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada efeksamping dan kepatuhan pada group perlakuan dan kontrol. Berdasarkan hasil-hasil inidapatlah disimpulkan bahwa pemberian tablet besi yang dimulai masa pra-hamil adalahlebih baik dibandingkan dengan pemberian tablet besi yang diberikan hanya pada saatkehamilan. Program ini sangat mungkin diterapkan pada masyarakat karenakepatuhannya adalah baik.
No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 18
PDF Downloads : 7