Original Articles

PEMBELAJARAN SAINS MELALUI PENDEKATAN ERGONOMI MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKELETAL, KEBOSANAN DAN KELELAHAN SERTA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SD 1 SANGSIT KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG

Nyoman Wijana , I Gusti Ngurah Nala, I Ketut Tirtayasa, I Made Sutajaya

Nyoman Wijana
. Email: insetiabudi@gmail.com

I Gusti Ngurah Nala


I Ketut Tirtayasa


I Made Sutajaya

Online First: November 26, 2012 | Cite this Article
Wijana, N., Nala, I., Tirtayasa, I., Sutajaya, I. 2012. PEMBELAJARAN SAINS MELALUI PENDEKATAN ERGONOMI MENGURANGI KELUHAN MUSKULOSKELETAL, KEBOSANAN DAN KELELAHAN SERTA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SD 1 SANGSIT KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG. Indonesia Journal of Biomedical Science 3(1).


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan pendekatan ergonomidalam pembelajaran sains antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimenPeranan tersebut dalam hal (1) penurunan keluhan muskuloskeletal siswa SD; (2)penurunan kebosanan; (3) penurunan kelelahan siswa SD; (4) peningkatan motivasibelajar sains; dan (5) peningkatan prestasi belajar sains. Jenis penelitian ini termasukjenis penelitian quasi eksperimental dengan rancangan randomized pre-test and posttestcontrol group design. Pada kelompok kontrol pembelajarannya dengan carakonvensional (tanpa PE) dan kelompok eksperimen dengan PE. Pengambilan sampeldilakukan secara random. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Mann-Whitney dan uji t Group dengan taraf signifikansi 5 %. Simpulan dari penelitian iniadalah (1) pendekatan ergonomi dapat menurunkan keluhan muskuloskeletal siswa SD,baik akibat penggunaan meja belajar dan tempat duduk siswa serta akibat penggunaantas punggung, antara kelompok kontrol yang dalam pembelajarannya tanpamenggunakan pendekatan ergonomi (PE) dengan kelompok eksperimen yang dalampembelajarannya dengan menggunakan PE (p < 0,05). Penurunan keluhanmuskuloskeletal akibat penggunaan meja dan tempat duduk siswa sebesar 42,54(99,88%) dan penurunan keluhan muskuloskeletal akibat penggunaan tas punggungsebesar 47,97 (99,83%); (2) pendekatan ergonomi dapat menurunkan kebosanan siswaSD, antara kelompok kontrol yang dalam pembelajarannya tanpa menggunakanpendekatan ergonomi (PE) dengan kelompok eksperimen yang dalam pembelajarannyadengan menggunakan PE (p < 0,05). Penurunan kebosanannya adalah sebesar 18,73(26,40%); (3) pendekatan ergonomi dapat menurunkan kelelahan siswa SD, antarakelompok kontrol yang dalam pembelajarannya tanpa menggunakan pendekatanergonomi (PE) dengan kelompok eksperimen yang dalam pembelajarannya denganmenggunakan PE (p < 0,05). Penurunan kelelahannya adalah sebesar 30,78 (73,76%);(4) pendekatan ergonomi dapat meningkatkan motivasi belajar sains pada siswa SD,antara kelompok kontrol yang dalam pembelajarannya tanpa menggunakan pendekatanergonomi (PE) dengan kelompok eksperimen yang dalam pembelajarannya denganmenggunakan PE (p < 0,05). Peningkatan motivasi belajar siswa adalah sebesar 14,65(65,81%); (5) pendekatan ergonomi dapat meningkatkan prestasi belajar dalam bidangsains pada siswa SD, antara kelompok kontrol yang dalam pembelajarannya tanpamenggunakan pendekatan ergonomi (PE) dengan kelompok eksperimen yang dalampembelajarannya dengan menggunakan PE (p < 0,05). Peningkatan prestasi belajarsiswa di bidang sains adalah sebesar 12,72 (33,70%). Dapat disarankan bahwa pembenahan di dunia pendidikan hendaknya tidak bersifat partial akan tetapi dilakukansecara multidisipliner.
No Supplementary Material available for this article.
Article Views      : 12
PDF Downloads : 4